Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam selalu berhubungan dengan hukum-hukum agama, baik dalam hal ibadah seperti shalat, puasa, zakat, maupun dalam urusan muamalah seperti jual beli, pernikahan, dan lain sebagainya. Semua itu tidak bisa dilakukan sembarangan, tetapi harus sesuai dengan tuntunan syariat yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Namun, memahami kedua sumber tersebut secara langsung bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan ilmu yang mendalam, seperti ilmu bahasa Arab, ushul fiqih, ilmu hadits, dan lain-lain. Oleh karena itu, di sinilah pentingnya menganut salah satu madzhab.
Madzhab adalah metode atau jalan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang disusun oleh para ulama besar yang memiliki keilmuan tinggi dan diakui oleh umat. Di antara madzhab yang terkenal dalam Islam adalah mazhab yang dirintis oleh Imam Abu Hanifa, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Keempat imam ini telah mengabdikan hidupnya untuk menggali hukum dari Al-Qur’an dan Hadis dengan metode yang sistematis, hati-hati, dan penuh tanggung jawab.
Salah satu alasan utama mengapa kita perlu mengikuti madzhab adalah karena kita bukan mujtahid. Mujtahid adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menetapkan hukum secara langsung dari dalil-dalil syariat. Jumlah mujtahid sangat sedikit dan membutuhkan syarat keilmuan yang sangat tinggi. Sementara itu, kebanyakan dari kita adalah orang awam yang tidak memiliki kemampuan tersebut. Jika orang awam mencoba memahami hukum agama sendiri tanpa bimbingan ulama, maka sangat berpotensi terjadi kesalahan dalam memahami ajaran Islam.
Selain itu, mazhab merupakan hasil ijtihad yang tidak dilakukan secara sembarangan. Para ulama madzhab menggunakan berbagai metode seperti qiyas, ijma’, dan istihsan dalam menetapkan hukum. Bahkan, pendapat mereka juga telah dikaji dan disepakati oleh banyak ulama setelahnya. Oleh karena itu, mengikuti madzhab berarti kita mengikuti jalan yang sudah teruji dan terpercaya.
فَإِذَا وَقَعَ الْاِخْتِلافُ فَعَلَيْكَ بِالسَّوَّادِ الْأَعْظَمِ، مَعَ الحَقِّ وَأَهْلِهِ.
Artinya: Jika terjadi perbedaan pendapat, hendaklah kalian berpegang kepada al-sawadul a'dzam bersama-sama faham yang benar dan para penngikutnya.
Mengikuti madzhab juga berperan penting dalam menjaga persatuan umat Islam. Jika setiap orang bebas menafsirkan agama sesuai pemahamannya sendiri, maka akan muncul banyak perbedaan yang tajam, bahkan bisa menimbulkan perpecahan. Dengan adanya mazhab, umat memiliki pedoman yang jelas sehingga perbedaan tetap berada dalam batas yang wajar dan tidak merusak persatuan.
Dalam ajaran Islam, kita juga diajarkan untuk mengikuti jalan para ulama dan orang-orang sholeh terdahulu (salafus sholeh). Mereka adalah generasi yang paling dekat dengan masa Nabi Muhammad SAW dan paling memahami ajaran Islam secara benar. Ciri-ciri mereka adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah, mengikuti ulama yang terpercaya, serta berjalan di atas kesepakatan (ijma’) umat. Madzhab merupakan salah satu bentuk nyata dari mengikuti jejak mereka.
Sebaliknya, tidak mengikuti madzhab dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Di antaranya adalah munculnya sikap mudah menyalahkan orang lain, merasa paling benar sendiri, dan memiliki pemahaman agama yang sempit. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang menyimpang dan memecah belah umat Islam. Hal tersebut tentu sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan persatuan dan kebersamaan.
Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk tetap berada dalam jamaah (kelompok mayoritas umat yang berada di atas kebenaran) dan mengikuti pemimpin yang sah selama tidak menyuruh kepada kemaksiatan. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan persatuan dalam Islam sangatlah penting, dan salah satu cara menjaganya adalah dengan mengikuti madzhab yang telah diakui oleh para ulama.
Kesimpulannya, menganut salah satu madzhab merupakan langkah yang bijak dan aman dalam menjalankan ajaran Islam. Dengan mengikuti madzhab, kita dapat beribadah dengan lebih yakin, terhindar dari kesalahan dalam memahami agama, serta ikut menjaga persatuan umat. Oleh karena itu, sebagai bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah, sudah sepatutnya kita memilih dan mengikuti salah satu madzhab dalam kehidupan sehari-hari.
Salam Pergerakan


0 Komentar